Aku bukanlah dari ungunya subuh,
juga bukan dari birunya langit dan samudra,
aku berasal dari simphoni Cinta,
di ciptakan Tuhan,
dan dimainkan dua insan,
yakni,
ayah.... dan ibu.....
aku tidak berwarna seperti pelangi,
yang menghibur angkasa dengan warna,
aku juga tidak hitam seperti malam,
yang hanya mengharapkan bantuan dari sahabatnya si bulan,
aku hanya manusia,
yang bernuansa sesuai tuntutan
tuntutan Zaman,
dan sesuai Aturan Tuhan,
aku hanya manusia,
kadang gelap,
kadang terang,
bukan iblis,
bukan malaikat,
Aku manusia yang bercita-cita,
ingin seperti karang, tangguh menantang ombak,
ingin seperti Laut, Biru dengan makna,
ingin seperti Langit, luas tak terbatas,
dan ingin seperti hujan, memberi kehidupan bumi,
Ak tahu,
aku pasti kembali di dekap bumi,
dan ta bisa lari,
aku tahu,
waktu kan menjadi Hakim,
memvonisku dengan ketentuannya yang bijak,
Namun Tuhan....
aku ini Abdi-Mu,
yang Bersimpuh slalu
Di hadapan Singgasana-Mu,
Mendengar Untaian Suci Kalimatmu,
maka izinkan aku bermohon....
Tuhan.... Ajari Aku Cinta!!!
..... Cinta....Tak ada kata yang mapu mendeskripsikannya, tak ada bahasa yang mampu menterjemahkannya, tak ada logika yang mampu menerawangnya, karena CINTA adalah bahasa Ilahi, ya.... bahasa Ilahi yang terpatri dalam hati, jangan di fikirkan, dan jangan di nafikkan, ikutilah, rasakanlah, dan renungilah ia.... maka anda akan mengerti, bahwa cinta Adalah perkara Sanubari.......
Jumat, 12 Maret 2010
sekerat semangat sang pagi
barangkali waktu yang berlari, enggan kembali,
namun sang langit yang baik hati,
memberikan samirananya yang wangi,
aku berkata,
halo pagi...!!!
mari bertaruh.... siapa yang akan memenangkan hari ini!!!
namun tak ada yang mau,
memang sulap nasib sulit tuk diprediksi,
biarkan ia mengalir,
hingga sang senja menjadi juri,
menentukan siapa yang menang dikala tadi,
namun sang langit yang baik hati,
memberikan samirananya yang wangi,
aku berkata,
halo pagi...!!!
mari bertaruh.... siapa yang akan memenangkan hari ini!!!
namun tak ada yang mau,
memang sulap nasib sulit tuk diprediksi,
biarkan ia mengalir,
hingga sang senja menjadi juri,
menentukan siapa yang menang dikala tadi,
Rajut Kembali Mimpi Itu!!!

Jika pertemuan ini adalah takdir Langit,
maka awanpun tak bisah mencegah,
kendati laut dan matahari
bahu membahu membuat hujan,
melodi cinta tetap saja bersenandung ditengah
gerimis bumi,
mari hentakkan kaki, mari menari,
sudah cukup sembilan tahun beban rindu,
kini lepas semua kisah itu,
dan kembalilah merajut simpul cinta
pada tali hidup kita,
biar Penduduk langit cemburu,
biar iblis derita,
melihat cinta kita,
ini adalah Kehendak Empunya Langit,
tak bisa di tawar, dan terlalu mahal untuk menawar,
biarkan Alam jadi perantara,
biarkan Malam menjadi Ruang kita
disanalah kan bersemi putik-putik cinta,
simpan cerita malam ini, pada buku kenanganmu itu,
dan sampaikan pada sang waktu kita tlah bertemu,
supaya mereka tertawa,
supaya mereka bahagia....
Rajut kembali simpul kita,
dengan Alfabet ; Alif Lam Mim
lalu bersiaplah melangkah,
Sebab Tuhan tlah menanti digerbang Surga.
Raihlah Mimpimu!!
mulailah dari secuil langit,
lalu kepakkan sayapmu,
agarkau bisa memiliki angkasa,
dan kau akan menjadi
penguasa cakrawala,
mulailah dari segenggam laut,
lalu ukirlah ia menjadi selat, lalu samudera,
agar kau bisa memberikan hidup dunia,
dengan hujan,
namun jangan kau lupa,
bahwa awan penting bagi keduanya
bagi laut,
bagi langit,
bagaiman mereka kan menurunka hujan,
tanpa awan,
maka milikilah awan itu,
maka kau akan menghiasi bumi,
memberi hidup bumi,
Jumat, 08 Januari 2010
rapuh
patah, dan retak,
hancur dalam kepingan-kepingan waktu,
dan.
akupun tidak tahu,
apakah bisuku berubah makna??
dan dalam diam,
masih berbahasa hampa,
adakah malam kan berbintang???
saat mendung dan kilat mendekap,
suatu saat mungkin akan dimengerti,
dalam dekapan mimpi,
indah dalam sanubari hati,
dan pahamilah,
pernah suatu saat,
kau beriku mimpi,
dan kini kau hancurkan,
hingga tertinggal kepingan hati yang tersisa......
hancur dalam kepingan-kepingan waktu,
dan.
akupun tidak tahu,
apakah bisuku berubah makna??
dan dalam diam,
masih berbahasa hampa,
adakah malam kan berbintang???
saat mendung dan kilat mendekap,
suatu saat mungkin akan dimengerti,
dalam dekapan mimpi,
indah dalam sanubari hati,
dan pahamilah,
pernah suatu saat,
kau beriku mimpi,
dan kini kau hancurkan,
hingga tertinggal kepingan hati yang tersisa......
Senin, 23 November 2009
Malam Itu pun Berakhir
dan bersama malam,
kulalui gurat-gurat ketenangan,
sejenak terpeluk dalam diamnya,
kemudian hanyut, terbelai dalam mimpi-mimpi indah,
sajian mimpi itu terpatri dalam qalbu,
kemudian ia tumbuh subur menjadi cita-cita,
perjuangn keras menghampiri siangku,
hingga datang malam dengan sejuta indahnya,
lelah langkah menentukan arah,
namun malam steia mengobatinya,
dan.... hari ini, malamku ber akhir,
berakhir untuk selamanya,
ia telah menjadi milik orang
kulalui gurat-gurat ketenangan,
sejenak terpeluk dalam diamnya,
kemudian hanyut, terbelai dalam mimpi-mimpi indah,
sajian mimpi itu terpatri dalam qalbu,
kemudian ia tumbuh subur menjadi cita-cita,
perjuangn keras menghampiri siangku,
hingga datang malam dengan sejuta indahnya,
lelah langkah menentukan arah,
namun malam steia mengobatinya,
dan.... hari ini, malamku ber akhir,
berakhir untuk selamanya,
ia telah menjadi milik orang
Jumat, 26 Juni 2009
Senandung Keraguan
Ku pandangi cakrawala senja, sendu terlihat, adakah malam kan berbintang??? ataukah gelap pekat yang mengikat.
sejenak aku membisu, teriakkan Rasa didalam Qalbu, Mulut tak mampu berkata sempurna, biarkan saja, Alam yang akan memberi tahunya,
Aku takut menghadapi waktu, dia megitu cepat berlalu, sementara aku masih menunggu,
aku terlena dengan nasib, sebentar aku tersadar, bahwa sutra tak sebangsa dengan benang, bahwa emas tak sekasta dengan loyang,
Apakah ia pantas untukku, tolonglah.... sidungu ini minta diberi tahu,
aku tersesat dalam jalanku, aku terkurung dalam ruangku....
Beri aku Cinta.... candunya membuat lupa, biarkan aku meneguknya hingga mabuk, lalu tinggalkan ku sendiri dipeluk maut.....
sejenak aku membisu, teriakkan Rasa didalam Qalbu, Mulut tak mampu berkata sempurna, biarkan saja, Alam yang akan memberi tahunya,
Aku takut menghadapi waktu, dia megitu cepat berlalu, sementara aku masih menunggu,
aku terlena dengan nasib, sebentar aku tersadar, bahwa sutra tak sebangsa dengan benang, bahwa emas tak sekasta dengan loyang,
Apakah ia pantas untukku, tolonglah.... sidungu ini minta diberi tahu,
aku tersesat dalam jalanku, aku terkurung dalam ruangku....
Beri aku Cinta.... candunya membuat lupa, biarkan aku meneguknya hingga mabuk, lalu tinggalkan ku sendiri dipeluk maut.....
Langganan:
Postingan (Atom)